Retno Utari's Blog

Saya Segan Terhadap Makhluk Bersuara “Meoooong….!” | April 12, 2010

Aq dan makhluk berkaki empat yang berbulu, bertelinga, bermuka jutek dan bersuara ‘meoong…!’ adalah saling menghormati dan tidak ingin mengganggu ketentraman hidup satu sama lain. Takut? Ngga!! aq ngga takut sama si makhluk yang awam dpanggil ‘kucing’. Aq cuma segan sama dia, aq menghormati dia dan ga mau mengganggu keselarasan hidupnya aja [ngeles!]

Kalo ditanya kenapa aq segan sama kucing, jawabannya adalah..

Kucing tuh jelek! mukanya jutek, jelek, ada bulunya iyakh.. :p

tapi kalo ditanya alasan pastinya aaq ngga tau. Tapi berdasarkan hasil konsultasi dari seorang psikolog dan beberapa dosen [saya kuliah di psikologi], keseganan ku terhadap si kucing adalah karena proses recording yang salah semasa kecil. Adalah di mana Ibu ku yang jijay terhadap kucing pernah teriak bahkan lari kalo ada kucing mendekat. Mungkin [mungkin loh ya…] waktu aq kecil nangkepnya jadi lebay, “oh,,kucing tuh adalah yang harus ditakuti”. Dari pemahaman itu jadilah terbentuk keseganan ku sekarang yang sudah masuk ke tahap phobia.

“Ailurophobia”?? itu tuh istilah buat para orang-orang yang segan , menghormati dan ngga mau terlibat bisnis sama makhluk hidup berkaki 4,  berbulu, bertelinga dan mengeluarkan suara ‘meooong..’ [iyakh!!] pun  sama halnya dengan Felinophobia ; Elurophobia ; Galeophobia ; Gatophobia istilah-istilah keren itu punya arti yang sama, yakni takut kucing.

Jangan dikira aq takut kucing hanya si kucing bentukan asli yang bisa nafas aja! Pkonya aq sih mending ga berurusan sama hal yang menyangkut hajat hidup kucing di dalamnya. Mulai dari gambar, suara, kartun [kecuali Tom& Jerry], bahkan boneka yang sebenernya ga berbentuk kucing tapi agak nyrempet kucing dikit [imaging ==a].

keseganan ku sama kucing sebenerny dulu ngga parah banget, sampe sekitar SMP tuh masih pada tingkat wajar, kalo liat kucing paling cuma ngindar atau ngusir. Sampai akhirnya pada suatu ketika waktu aq ulang taun ada temen yang ngerjain aq, dia kira keseganan ku sama si kucing adalah suatu bentuk kecentilan seorang remaja labil. Dengan jumawanya pas aq lagi duduk, dia nggendong anak kucing tepat di depan muka ku… DAMN!!!! Aq yang langsung histeris ngga lama nangis sejadi-jadinya sambil sesek nafas dan tidak lama kemudian… pingsan! Nah..dari kejadian itulah level segan ku naik jadi phobic.

Ngga sedikit orang yang nganggep remeh phobic disorder, dan malah njadiin si subjek penyandang jadi bahan mainan. Sering banget temen liat aq jerit-jerit histeris padahal kucing masih ada di radius 10meter, dan mereka cuma bilang “Jangan kecentilan dong!”, siapa yang kecentilan??!!! [emosi nih!!]

suatu ketika di sebuah rumah kost, terjadi perbincangan antara 2 gadis di salah satu kamar. . .

R : mba, ini apa sih? [menunjuk sesuatu yang menggantung di pintu lemari]

D : oh..itu gantungan kunci karung potato. pencet aja , nanti keluar suaranya!

R : [dengan polosnya mengulurkan tangan dan mengambil si ‘karung potato’ sambil mencet dengan halus..]DAMN!!!!!

meoong..meooong…!![**suara yang kluar dari kantung potato tak bermoral!]

R : [sambil jedag..jedug jantung + nahan air mata] APAAN SIH NIH!!! JAHAT AH MBA!!!

-gebruk..gebruk..seorang gadis [agak diragukan] berlari ke arah kamar setelah mendengar teriakan ku-

T : kenapa, No?!

R : [sambil nangis] itu ada suara kucing!! hiks..hiks..

notes : Subjek T juga takut kucing ^.*

D : [sambil ketawa] hahaha..itu namanya ‘Kitty On the Bag” a.k.a “Kucing Dalam Karung”. Jadi kalo dipencet kluar suara kucingnya.. hahahaha

R : [masih sibuk ngatur nafas+detak jantung sambil minum]

T : [mencoba menenangkan R]

R : Ini mba singkirin aja!! buang kek! apa kek!!

T : Iya nih si mba, diumpetin dulu aja..

15 menit kemudian, suasana hampir kembali normal sampai akhirnya…

WHUAAAAA!!!! [*subjek D melempar si kitty on the bag ke arah subjek R]

D : huwahahaha…

T : [*berwajah panik]

R : [*nangis sejadi-jadinya] MBA D*** JAHAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTTTTTT!!!!!!!!!!!!!!

Nah,sejak kejadian malam itu pula aq nyadar kalo tingkat phobia ku bukan level shop floor, tapi udah sampe pencakar langit. Soalny sebenerny, si kitty on the bag itu ngga menunjukkan dimensi bentuk kucing, cuma ada ekor yang menjuntai keluar. bahkan aq udah merinding-rinding kalo liat gambar, video, suara atau bahkan ketika ada orang yang cerita tentang kucing. Eits..ini aq nulis merinding-rinding bho… jangan salah!

dari awal mau nulis tentang phobic ku,aq harus mengumpulkan banyak sekali niat, kalo ga pake niat yang kuat, ga bakal jadi aq nulis tentang phobic.

Banyak orang yang nanya “Pengen sembuh ga si No?” Maka jawaban ku adalah …

Ngga pengen. tapi pengen berkurang. soalny takut kucing adalah sudah menjadi bagian dari identitas ku

Nampak ngga asertif ya?! Biarin! Nyaman ngga nyaman, enak ngga enak.. ya beginilah aq.. Ada loh cara-cara penyembuhan Phobic, silahkan dicoba! kalo berhasil kasih tau aq ya.. soalnya aq sendiri belom pengen berurusan ama kucrrriiing!! berikut…

Ada beberapa teknik Untuk penyembuhan phobia:

1. Hypnotheraphy: Penderita phobia diberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia.

2. Flooding: Exposure Treatment yang ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri kepada puppies (cynophobia), dimasukkan ke dalam ruangan dengan beberapa ekor puppies jinak, sampai ia tidak ketakutan lagi.

3. Dilakukan exposure bersifat ringan. Si penderita phobia yang takut akan puppies disuruh rileks dan membayangkan berada ditempat cagar alam yang indah dimana si penderita didatangi oleh puppies-puppies lucu dan jinak.

4. Desensitisasi: Si penderita phobia yang takut pada puppies dibiasakan terlebih dahulu untuk melihat gambar atau film tentang puppies, bila sudah dapat tenang baru kemudian dilanjutkan dengan melihat objek yang sesungguhnya dari jauh dan semakin dekat perlahan-lahan. Bila tidak ada halangan maka dapat dilanjutkan dengan memegang puppies dan bila phobia-nya hilang mereka akan dapat bermain-main dengan puppies. Memang sih bila phobia yang dikarenakan pengalaman traumatis lebih sulit dihilangkan.

5. Reframing: Penderita phobia disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.

selamat mecoba.. kalo aq sih belom pengen hehe ^.^v tapi katany metode hipnosis masih yang paling ampuh


Leave a Comment »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

About author

Retno HATES : - manusia 'jam karet' soalny aq pake jam kulit - agenda [ tak ] sesuai ; - disepelekan ; - hewan berbulu [ iyakh.. ] ; - dust & fungi [ huachiium ] ; - si 'plinplan' feat si 'pembohong' ; - home sick - menjadi yang hilang yang terbuang - digombalin sama Mr. (...) M.Gb Retno LOVES : - perfecto ; - scrapbook ; - duduk bersila ; - Belitung Island [teringat masa kecil ku >.<'] ; - agenda sesuai ; - minum teh panas + kentel ; - becoming home again - berbincang bintang bersama para yang tersayang - dibecandain sambil marah"..

Search

Navigation

Categories:

Links:

Archives:

Feeds

%d bloggers like this: