Retno Utari's Blog

Saya Segan Terhadap Makhluk Bersuara “Meoooong….!”

April 12, 2010
Leave a Comment

Aq dan makhluk berkaki empat yang berbulu, bertelinga, bermuka jutek dan bersuara ‘meoong…!’ adalah saling menghormati dan tidak ingin mengganggu ketentraman hidup satu sama lain. Takut? Ngga!! aq ngga takut sama si makhluk yang awam dpanggil ‘kucing’. Aq cuma segan sama dia, aq menghormati dia dan ga mau mengganggu keselarasan hidupnya aja [ngeles!]

Kalo ditanya kenapa aq segan sama kucing, jawabannya adalah..

Kucing tuh jelek! mukanya jutek, jelek, ada bulunya iyakh.. :p

tapi kalo ditanya alasan pastinya aaq ngga tau. Tapi berdasarkan hasil konsultasi dari seorang psikolog dan beberapa dosen [saya kuliah di psikologi], keseganan ku terhadap si kucing adalah karena proses recording yang salah semasa kecil. Adalah di mana Ibu ku yang jijay terhadap kucing pernah teriak bahkan lari kalo ada kucing mendekat. Mungkin [mungkin loh ya…] waktu aq kecil nangkepnya jadi lebay, “oh,,kucing tuh adalah yang harus ditakuti”. Dari pemahaman itu jadilah terbentuk keseganan ku sekarang yang sudah masuk ke tahap phobia.

“Ailurophobia”?? itu tuh istilah buat para orang-orang yang segan , menghormati dan ngga mau terlibat bisnis sama makhluk hidup berkaki 4,  berbulu, bertelinga dan mengeluarkan suara ‘meooong..’ [iyakh!!] pun  sama halnya dengan Felinophobia ; Elurophobia ; Galeophobia ; Gatophobia istilah-istilah keren itu punya arti yang sama, yakni takut kucing.

Jangan dikira aq takut kucing hanya si kucing bentukan asli yang bisa nafas aja! Pkonya aq sih mending ga berurusan sama hal yang menyangkut hajat hidup kucing di dalamnya. Mulai dari gambar, suara, kartun [kecuali Tom& Jerry], bahkan boneka yang sebenernya ga berbentuk kucing tapi agak nyrempet kucing dikit [imaging ==a].

keseganan ku sama kucing sebenerny dulu ngga parah banget, sampe sekitar SMP tuh masih pada tingkat wajar, kalo liat kucing paling cuma ngindar atau ngusir. Sampai akhirnya pada suatu ketika waktu aq ulang taun ada temen yang ngerjain aq, dia kira keseganan ku sama si kucing adalah suatu bentuk kecentilan seorang remaja labil. Dengan jumawanya pas aq lagi duduk, dia nggendong anak kucing tepat di depan muka ku… DAMN!!!! Aq yang langsung histeris ngga lama nangis sejadi-jadinya sambil sesek nafas dan tidak lama kemudian… pingsan! Nah..dari kejadian itulah level segan ku naik jadi phobic.

Ngga sedikit orang yang nganggep remeh phobic disorder, dan malah njadiin si subjek penyandang jadi bahan mainan. Sering banget temen liat aq jerit-jerit histeris padahal kucing masih ada di radius 10meter, dan mereka cuma bilang “Jangan kecentilan dong!”, siapa yang kecentilan??!!! [emosi nih!!]

suatu ketika di sebuah rumah kost, terjadi perbincangan antara 2 gadis di salah satu kamar. . .

R : mba, ini apa sih? [menunjuk sesuatu yang menggantung di pintu lemari]

D : oh..itu gantungan kunci karung potato. pencet aja , nanti keluar suaranya!

R : [dengan polosnya mengulurkan tangan dan mengambil si ‘karung potato’ sambil mencet dengan halus..]DAMN!!!!!

meoong..meooong…!![**suara yang kluar dari kantung potato tak bermoral!]

R : [sambil jedag..jedug jantung + nahan air mata] APAAN SIH NIH!!! JAHAT AH MBA!!!

-gebruk..gebruk..seorang gadis [agak diragukan] berlari ke arah kamar setelah mendengar teriakan ku-

T : kenapa, No?!

R : [sambil nangis] itu ada suara kucing!! hiks..hiks..

notes : Subjek T juga takut kucing ^.*

D : [sambil ketawa] hahaha..itu namanya ‘Kitty On the Bag” a.k.a “Kucing Dalam Karung”. Jadi kalo dipencet kluar suara kucingnya.. hahahaha

R : [masih sibuk ngatur nafas+detak jantung sambil minum]

T : [mencoba menenangkan R]

R : Ini mba singkirin aja!! buang kek! apa kek!!

T : Iya nih si mba, diumpetin dulu aja..

15 menit kemudian, suasana hampir kembali normal sampai akhirnya…

WHUAAAAA!!!! [*subjek D melempar si kitty on the bag ke arah subjek R]

D : huwahahaha…

T : [*berwajah panik]

R : [*nangis sejadi-jadinya] MBA D*** JAHAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTTTTTT!!!!!!!!!!!!!!

Nah,sejak kejadian malam itu pula aq nyadar kalo tingkat phobia ku bukan level shop floor, tapi udah sampe pencakar langit. Soalny sebenerny, si kitty on the bag itu ngga menunjukkan dimensi bentuk kucing, cuma ada ekor yang menjuntai keluar. bahkan aq udah merinding-rinding kalo liat gambar, video, suara atau bahkan ketika ada orang yang cerita tentang kucing. Eits..ini aq nulis merinding-rinding bho… jangan salah!

dari awal mau nulis tentang phobic ku,aq harus mengumpulkan banyak sekali niat, kalo ga pake niat yang kuat, ga bakal jadi aq nulis tentang phobic.

Banyak orang yang nanya “Pengen sembuh ga si No?” Maka jawaban ku adalah …

Ngga pengen. tapi pengen berkurang. soalny takut kucing adalah sudah menjadi bagian dari identitas ku

Nampak ngga asertif ya?! Biarin! Nyaman ngga nyaman, enak ngga enak.. ya beginilah aq.. Ada loh cara-cara penyembuhan Phobic, silahkan dicoba! kalo berhasil kasih tau aq ya.. soalnya aq sendiri belom pengen berurusan ama kucrrriiing!! berikut…

Ada beberapa teknik Untuk penyembuhan phobia:

1. Hypnotheraphy: Penderita phobia diberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia.

2. Flooding: Exposure Treatment yang ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri kepada puppies (cynophobia), dimasukkan ke dalam ruangan dengan beberapa ekor puppies jinak, sampai ia tidak ketakutan lagi.

3. Dilakukan exposure bersifat ringan. Si penderita phobia yang takut akan puppies disuruh rileks dan membayangkan berada ditempat cagar alam yang indah dimana si penderita didatangi oleh puppies-puppies lucu dan jinak.

4. Desensitisasi: Si penderita phobia yang takut pada puppies dibiasakan terlebih dahulu untuk melihat gambar atau film tentang puppies, bila sudah dapat tenang baru kemudian dilanjutkan dengan melihat objek yang sesungguhnya dari jauh dan semakin dekat perlahan-lahan. Bila tidak ada halangan maka dapat dilanjutkan dengan memegang puppies dan bila phobia-nya hilang mereka akan dapat bermain-main dengan puppies. Memang sih bila phobia yang dikarenakan pengalaman traumatis lebih sulit dihilangkan.

5. Reframing: Penderita phobia disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.

selamat mecoba.. kalo aq sih belom pengen hehe ^.^v tapi katany metode hipnosis masih yang paling ampuh


Perkembangan Dewasa Awal

April 7, 2010
Leave a Comment

PERKEMBANGAN SEPUTAR DEWASA AWAL

Dewasa awal adalah masa peralihan dari masa remaja. Masa remaja yang ditandai dengan pencarian identitas diri, pada masa dewasa awal, identitas diri ini didapat sedikit-demi sedikit sesuai dengan umur kronologis dan mental age-nya.

Berbagai masalah juga muncul dengan bertambahnya umur pada masa dewasa awal. Dewasa awal adalah masa peralihan dari ketergantungan ke masa mandiri, baik dari segi ekonomi, kebebasan menentukan diri sendiri, dan pandangan tentang masa depan sudah lebih realistis

Dari segi fisik, masa dewasa awal adalah masa dari puncak perkembangan fisik. Perkembangan fisik sesudah masa ini akan mengalami degradasi sedikit-demi sedikit, mengikuti umur seseorang menjadi lebih tua. Segi emosional, pada masa dewasa awal adalah masa dimana motivasi untuk meraih sesuatu sangat besar yang didukung oleh kekuatan fisik yang prima. Sehingga, ada steriotipe yang mengatakan bahwa masa remaja dan masa dewasa awal adalah masa dimana lebih mengutamakan kekuatan fisik daripada kekuatan rasio dalam menyelesaikan suatu masalah.

Perkembangan sosial masa dewasa awal adalah puncak dari perkembangan sosial masa dewasa. Masa dewasa awal adalah masa beralihnya padangan egosentris menjadi sikap yang empati. Pada masa ini, penentuan relasi sangat memegang peranan penting. Menurut Havighurst (dalam Monks, Knoers & Haditono, 2001) tugas perkembangan dewasa awal adalah menikah atau membangun suatu keluarga, mengelola rumah tangga, mendidik atau mengasuh anak, memikul tangung jawab sebagai warga negara, membuat hubungan dengan suatu kelompok sosial tertentu, dan melakukan suatu pekerjaan. Dewasa awal merupakan masa permulaan dimana seseorang mulai menjalin hubungan secara intim dengan lawan jenisnya. Hurlock (1993) dalam hal ini telah mengemukakan beberapa karakteristik dewasa awal dan pada salah satu intinya dikatakan bahwa dewasa awal merupakan suatu masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru dan memanfaatkan kebebasan yang diperolehnya.

HASIL PENELITIAN PSIKOLOGI DEWASA AWAL

Hasil penelitian dewasa awal lebih banyak mengarah pada hubungan sosial, dan perkembangan intelektual, pekerjaan dan perkawinan di usia dewasa awal, dan pengoptimalan perkembangan dewasa awal serta perilaku penghayatan keagamaan. Beberapa hasil penelitian, diantaranya:

1. Persepsi seks maya pada dewasa awal

Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita memiliki sikap yang negatif terhadap seks maya. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor kebudayaan Indonesia yang masih memegang teguh adat dan istiadat budaya timur, dimana manusia harus memperhatikan aturan dan nilai budaya di dalam bersikap dan berperilaku. Menurut Ida Ayu dari Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma) pada jurnal  “Perbedaan Sikap Terhadap Perilaku Seks Maya Berdasarkan Jenis Kelamin pada Dewasa Awal” Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma)  kebudayaan yang berkembang dimana seseorang hidup dan dibesarkan mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan sikap, tanpa disadari kebudayaan telah menanamkan pengaruh yang kuat dalam sikap seseorang terhadap berbagai macam hal.

2. Penundaan usia perkawinan dengan Intensi Penundaan Usia Perkwaninan

Dari jurnal Hubungan Sikap Terhadap Penundaan Perkawinan Dengan Intensi Penundaan Usia Perkawinan” oleh  Elok Halimatus Sa`diyah, dosen Fakultas Psikologi UIN Malang didapatkan hubungan yang positif dan sangat signifikan antara sikap terhadap penundaan usia perkawinan dengan intensi penundaan usia. Hal ini berarti mereka memiliki keyakinan yang tinggi bahwa penundaan usia perkawinan akan memberikan keuntungan bagi mereka, baik keuntungan dari segi biologis, psikologis, sosial dan ekonomi. Penundaan perkawinan akan memberikan waktu lebih banyak bagi mereka untuk membentuk identitas pribadi sebagai individu yang matang secara biologis, psikologis, sosial dan ekonomi.

3. Kesiapan Menikah pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja

Dalam jurnal ”Kesiapan Menikah pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja” oleh Ika Sari Dewi pada tahun 2006, adanya ketakutan menghadapi krisis pernikahan dan berujung perceraian merupakan hal atau kondisi yang membuat wanita bekerja ragu tentang kesiapan menikah mereka. Ditambah lagi maraknya perceraian yang dipublikasikan di media massa saat ini sehingga dianggap menjadi menjadi fenomena biasa. Salah satu penyebab wanita yang bekerja memutuskan untuk menunda pernikahan adalah keraguan dapat berbagi secara mental dan emosional dengan pasangannya. Ketidaksiapan menikah yang dimiliki wanita bekerja termanifestasi dengan adanya ketakutan menghadapi krisis perkawinan serta ragu tentang kemampuan mereka berbagi secar mosional dengan pasangannya kelak. Selain kesiapan psikis juga ketidak siapan fisik. Individu yang merasa memiliki kondisi kesehatan yang tidak prima (sakit, misal Diabetes Militus) cenderung ragu melangkah menuju jenjang pernikahan.

Untuk mengetahui apakah seseorang siap menikah atau tidak, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan:

  • Memiliki kemampuan mengendalikan perasaan diri sendiri.
  • Memiliki kemampuan untuk berhubungan baik dengan orang banyak.
  • Bersedia dan mampu menjadi pasangan menjadi pasangan dalam hubungan seksual.
  • Bersedia untuk membina hubungan seksual yang intim.
  • Memiliki kelembutan dan kasih saying kepada orang lain.
  • Sensitif terhadap kebutuhan dan perkembangan orang lain.
  • Dapat berkomunikasi secara bebas mengenai pemikiran, perasaan dan harapan.
  • Bersedia berbagi rencana dengan orang lain.
  • Bersedia menerima keterbatasan orang lain.
  • Memiliki kapasitas yang baik dalam menghadapi masalah-masalah yang berhubungan dengan ekonomi.
  • Bersedia menjadi suami isteri yang bertanggung jawab.

Individu yang memiliki kematangan emosi akan memiliki kesiapan menikah yang lebih baik, artinya mereka mampu mengatasi perubahan-perubahan dan beradaptasi setelah memasuki pernikahan.

4. Kemandirian Dewasa Awal

Adapun dalam jurnal yang berjudul “Kemandirian Mahasiswi UIN Suska Ditinjau dari Kesadaran Gender Oleh Hirmaningsih, S.Psi.  ini, membuktikan bahwa bahwa perbedaan perlakuan yang diterima anak laki-laki dan perempuan sejak lahir akan mempengaruhi tingkat kemandirian. Semakin tinggi kesadaran gender maka semakin tinggi kemandirian manusia tersebut. Dengan makin tingginya kesadaran gender yang dimiliki seorang pria tentang konsep mandiri dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki kesadaran gender atau memiliki kesadaran gender yang rendah. Wanita yang memiliki kemandirian tinggi akan lebih mudah menghadapi kehidupan, tantangan yang dihadapinya, serta menjalin hubungan yang mantap dalam kehidupan sosialnya.

PENUTUP

Masa dewasa adalah masa yang sangat panjang (20 – 40 tahun), dimana sumber potensi dan kemampuan bertumpu pada usia ini. Masa ini adalah peralihan dari masa remaja yang masih dalam ketergantungan menuju masa dewasa, yang menuntut kemandirian dan diujung fase ini adalah fase dewasa akhir, dimana kemampuan sedikit demi sedikit akan berkurang. Sehingga masa dewasa awal adalah masa yang paling penting dalam hidup seseorang dalam masa penitian karir/pekerjaan/sumber penghasilan yang tetap.

Masa ini juga adalah masa dimana kematangan emosi memegang peranan penting. Seseorang yang ada pada masa ini, harus bisa menempatkan dirinya pada situasi yang berbeda; problem rumah tangga, masalah pekerjaan, pengasuhan anak, hidup berkeluarga, menjadi warga masyarakat, pemimpin, suami/istri membutuhkan kestabilan emosi yang baik.

Ini sebenernya bukan tulisan iseng-seng berhadiah ku, tapi ini lebih tepatnya adalah salah satu tugas review jurnal ku. Kenapa aq ambil tema ‘tugas perkembangan dewasa awal’? Karna aq terinspirasi seorang artis remaja berinisial ‘N’ yang menikah dengan pria berinisial ‘A’ dari keluarga ‘B’…

Kok bisa terinspirasi?? Karena saya di hari itu melahap lebih dari 8 acara infotainment di TV dari pagi yang menyiarkan acara pernikahan si N dan si A. Wah, N umurny belom genep 20 udah nikah bho hahaha eike?? udah 20.. [terus kenapa?] ga ada korelasi nya sih antara pernikahan si N dan saya. tapi ya.. dia cukup memberikan inspirasi pada saya huwahahaha [**pesan tersirat ^^]

review di atas, terdiri atas 4 jurnal. kenapa 4 jurnal? karena emang disuruh ama dosennya cuma 4, kalo aq ngasih 5 jurnal yang dibaca juga cuma 4. ‘Jurnal Emang Pengting’ begitu slogan ibu dosen di setiap kuliah. it’s mean, tiap pulang kuliah eike dkk akan membawa tugas minimal 1 review jurnal. Euphoriaaa menjadi mahasiswi telatan eh..teladan..

DOAKAN REVIEW JURNAL INI DAPET A YAH!!! AMIEEEENNN…………^^


Replaced. . .

April 3, 2010
Leave a Comment

When I caught his brilliant, brown eyes,

I was fully stunned.

He smiled to me, saying somewhat neither I heard nor cared,

For my mind was full of him.

The following days were hard to remember

I was very busy; I spent a whole week to be a friend of his.

Then, after weeks, we did not a friend any more, we were best friend.

And in that point, I felt something different.

Something I had never felt…

God!

I know it was not love;

It was no more than my first

Feeling of care

I know he were too young to say

I love you,

But he were not too young to say

I like you

And so he did

Someday after, when we did our ‘first date’, it was a total devastation.

None of us said that,

But I knew that he was bored and disappointed

Next ‘dates’ were better,

We talked, chatted, and laughed much.

But now, it was no more than a history,

A year after, we broke up,

Yesterday we got irate at each other,

Blamed each other

And I just let him went away,

Crying and swearing loudly

I stood still,

I was numb,

My first break-up and I just let him go on him own?

C’mon! You ought to go and comfort his,

My heart told me

I satiated…

I swore once and left the place

I kept ensuring myself that there was nothing I could do…

Yet, I felt guilty and depressed.

However I said to myself,

Hey, you have your own life!

You have your own future!

Relieved, I did not think about his any more,

Times changing, and I had forgotten his

Then one Tuesday, I saw he was walking in front of my house,

He was chatting merrily with his new girlfriend.

I could not help smiling, for my grandma’s wise words had just come into my mind

Love begins with smiles,

Grows with kisses,

And end with tears.

Grandma always says the truth,

I beamed reminiscently and took another glass of lemonade.


penghuni kamar 06…

April 1, 2010
Leave a Comment

ow..wow..ini adalah blog ku yang keenam!! Pasti yg kalian pikir adalah ‘sangat produktif sekali gadis belia ini’, nup! Anda salah,, kelima blog ku cuma sempet aq posting sekali semua [semua!!!] karena semua blog itu aq lupakan password-nya dengan sukses [yeah!]. MAri kita menundukkan kepala dan berdoa agar Retno tidak lagi melupakan password untuk blog yg satu ini. AMIEN…

Penghuni kamar 06, ya itu adalah aq. Kalo di KTP sih ya nama ku RETNO UTARI KUSUMANINGRUM, nama beken UKA. nanti kapan-kapan kita bahas ya kenapa nama panjang ku nan cantik itu bisa dirangkum jadi 3 huruf yg bermakna aneh itu. Aq menghuni kamar no 06 di sebuah kost putri di Jogja. Ngekost? Ya aq ngekost di Jogja, aq mahasiswi fakultas psikologi UGM angkatan 2008.

Home base ku sih sebenernya di Bogor, walau sebenernya aq bukan orang Bogor. Aq agak bingung sih kalo dtanya orang “Retno tuh orang mana sih?” nahlo..njawabnya gimana coba? mari saya ceritakan kisah SI BOLANG yang membawa saya hingga terdampar di kota hujan…

[Pake mesin waktu kita mundur ke 20 tahun yg lalu] once upon a time…

Palembang…

Aq lahir di Palembang tanggal 1 Februari 1990, aq lahir di Palembang bukan cuma pengen numpang lahir tapi karena Bapak yang sejak bujang udah tinggal dsana sampe akhirnya punya istri [red.ibuku], beranak satu [red. my bro] dan akhirnya lahirlah anak bapak ibu paling cantik [SAYA!!]. Bapak tinggal di Palembang kurang lebih 18 taun, sampe akhirnya pas umurku sampe di angka 2 taun bapak dipindah tugas ke…

Lampung…

Dsana kami tinggal di daerah Kedaton [kalo ga salah]. Aq yang masih keitung balita, yo asik-asik aja diajak pindah ksana hehehe… di Lampung sempet ngalamin tinggal di hotel selama kurang lebih 1 bulan [WOW] canggih kan, nama hotelnya hotel Marcopolo. Dulu hotel itu udah paling keren tuh, ada kolam renangnya gede banget trus ada patung gajahnya ^^. Belom genep staun menghirup udara Lampung, bapak dpindah tugas lagi ke Palembang. Tapi aq, ibu sama bro ngga ikut pindah lagi. Kite masih di Lampung, di rumah tinggal bareng salah satu palek ku. Skitar sbulan kmudian, bapak dpindah tugas [lagi] ke…

Belitung…

Eum,,mungkin sekarang udah banyak ya yang tau Pulau Belitung dari film Laskar Pelangi sama Sang Pemimpi. Kalo dulu..beuh boro-boro ada yang tau, di peta aja ga kliatan [lebay..eh, tapi emang iya sih!]. Aq mulai tinggal dsana taun 93, di umur ku yang baru 3 taun itu juga aq mulai masuk TK. Padahal, umumny anak masuk TK umur 4 taun, aq nyoba ‘dare to be different’ hahaha Tapi ya tetep aja aq di TK jadi 3 taun, padahal normalnya 2 taun [wek..]. aq sekolah di TK TRISULA, kalo ga salah itu satu-satunya TK yang aq tau dulu di kota Belitung. soalnya yg lain aq ga pernah liat hehehe. lanjut di SDN 9 Belitung. SDN 9 Belitung, tapi aq ga pernah tau di mana SDN 1,2,3,..,8. pko’e tiba-tiba ada SDN 9 aja, itu adalah SD yang letaknya persis di tengah kota. Setiap Sabtu/Minggu, kami pasti maen ke pantai, pantai yang sama dengan di film Laskar Pelangi. Sangat merindukan suasana pantai dsana deh.. [Pak!! Buk!! Kapan kita ksana lagi??] Total aq  hidup 4 taun. Pas taun 97 bapak dpindah tugas [lagi] ke…

Sukabumi…

Taun 97 masuk lah saya ke tanah Jawa, tepatny Jawa Barat dan lebih tepatnya lagi adalah Kota Sukabumi. Rumah ku dulu tepat di sebelah kantor bapak [waktu di Belitung juga]. Trus aq sekolah di SDI AL AZHAR 7 Sukabumi. Dulu Sukabumi belom se-maju  sekarang. Jangan kan McD, kalo mau shopping aja ke matahari tuh udah paling keren hehehe eh tapi katany sekarang di Sukabumi udah ga ada bioskop ya? wah,,brarti masih keren pas era ku dong? hahaha [Pamer!] 4 taun aq di Sukabumi, dari kelas 2SD sampe kelas 5 cawu 2 [waktu itu masih pake sistem caturwulan]. Pas kelas 5 cawu 3, bapak dipindah tugas [lagi] ke…

Bogor…

Nah,,pas di Bogor aq lanjut di SD Polisi 5, posisi nya tepat di blakang kantor bapak di daerah Paledang [Bukan penjara Paledang!]. Sampe akhirnya aq lulus SD aq tetap ada di Bogor. Lulus SD aq lanjut di SMPN 4 Bogor, wow waktu itu sih SMP4 sangat dbanggakan sebagai Sekolah Berstandar Nasional [sekarang katanya udah internasional ya?] bangga bgt deh bho ya… Itu dulu hahaha. Lulus SMP aq lanjut ke SMA 6 Bogor, letaknya di jalan Walet. Posisi sekolah ku tepat di tengah perumahan elite [pada era nya] Satu-satunya sekolah negri yang semua nya masuk pagi dan berada di satu area,,itulah kenapa ku pilih SMA 6 heheh.. Kelas 3 SMA adalah masa penuh dag.dig.dug. soalnya aq masih bingung mau nglanjut kuliah dmana. Pesimis deh waktu itu ga ktrima dmana-mana. Akhirnya aq pilih Trisakti fakultas hukum buat coba-coba aja, trus buat cadangan terakhir aq pilih Unisba fakultas psikologi. Nah,,kalo UGM itu sebenernya cuma iseng-iseng berhadiah. Waktu itu sbenernya cuma mau nyariin info aja buat salah seorang temen ku, tapi bhubung dia ogah-ogahan aq aja yg maju. Agak kaget sih waktu tau uang masuk UGM njut.njut.njut nol-nya banyak tapi ya coba aja deh.. Eh pas tes skolastik lolos,,dlanjut ke tes wawancara.. Tak diduga tak dinyana,, pas di wawancara aq bilang kalo aq sangat bercita-cita kuliah di Psikologi UI. Udah lah ga akan ketrima, pikir ku. Satu minggu kemudian tepatnya tanggal 21 Maret adalah pengumuman Trisakti ‘RETNO UTARI DINYATAKAN LOLOS’, 22 Maret adalah pengumuman Unisba ‘RETNO UTARI LOLOS’ dan 23 Maret pengumuman UGM jreng..jreng..jreng..”SELAMAT 281020073, RETNO UTARI K. LOLOS PBS DI PSIKOLOGI”… jadilah sejak dapet sms itu aq berstatus ‘mahasiswa fakultas psikologi UGM’ dan sekarang aq tinggal di…

JOGJA!!!!

Dulu,,5 bulan pertama aq di Jogja 4 orang penghuni rumah ku hidup di 4 tempat berbeda. wow!!! Bapak, bapak dipindah tugas ke Bandung sejak aq kelas 2 SMA, pulang nya tiap week end. Mas Aryo, kuliah di Trisakti yg ngkost di Grogol, pulangnya kalo kga ada tugas doang… Aq kan hidup di Jogja, pulangnya 3 bulan skali dan yang trakhir adalah My Mom yang tetep stay di Bogor.. 4 orang, 4 kota, 4 dapur.. hehehe

Jadi… kesimpulannya. . .

Bapak dari Klaten

Ibu dari Solo

Aq lahir di PALEMBANG, batita di LAMPUNG, balita di BELITUNG, masa kecil di SUKABUMI, remaja di BOGOR, dewasa di JOGJA…

Happy Familyw

wah..wah..ntar menikah dan tua dmana ya?? ada yang mau usul??


Isi Hati Wanita [**copy from Inah]

March 20, 2010
Leave a Comment

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah tokoh romantis yang dapat melukis seperti Jack Dawson dalam Titanic, maka itu kami tidak pernah minta kalian melukis wajah kami dengan indah, paling tidak saat kami minta kalian menggambar wajah kami, gambarlah, meskipun hasil akhirnya akan seperti Jayko adik perempuan Giant dalam film Doraemon, tapi kami tahu, kalian berusaha.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan peramal seperti Dedi Corbuzier yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang kami inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tau, sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya bersabarlah pada kami dengan terus bertanya “jadi sekarang maunya gimana?”

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah penyair sekaliber Kahlil Gibran atau yang mampu menceritakan kisah romantis seperti Shakespear, maka itu kami pun tidak meminta kalian mengirimi kami puisi cinta berisi kalimat angan-angan nan indah setiap hari atau setiap minggu, tapi setidaknya mengertilah bahwa setelah menonton film korea yang amat romantis itu, kami sangat berandai-andai kekasih kami dapat melakukan yang sama, meskipun isi puisi tersebut tidak sebagus kahlil Gibran, kami akan sangat senang –sungguh- jika kalian mengirimkannya dengan tulus dan niat. (bahkan meskipun ujungnya terdapat “hehe, aneh ya?”, kami akan benar-benar melayang, tuan)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah setampan Leonardo Dicaprio, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sungguhnya telah terikat oleh kalian, tuan. Mungkin saat itu kami hanya ingin tau apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah semenakjubkan John Nash atau sebrillian Isaac Newton, namun kami sebenarnya sangat menghargai bantuan kecil dari kalian meskipun hanya membantu mencarikan artikel dari internet, kami ingin menunjukkan pada kalian bahwa kalian lebih kami percayakan daripada Newton atau Galileo.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah segagah Achilles pada film Troy, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng six-pack an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian berhenti dan tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian dari Achilles manapun. Menyuruh kalian berhenti merokok adalah untuk meyakinkan diri kami bahwa kalian lebih gagah dari Achilles (karena tentu kalian akan kalah beradu pedang dengan Achilles bukan?).

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan Pangeran denga kuda putih yang akan melawan naga demi kami, karena kami pun bukan putri tidurnya, dan maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan dirumah sedang mati lampu dan ayah ibu belum datang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka itu jangan tradeoff (tukar) keadaan seperti itu dengan Game PES 2010 terbaru kalian itu (sangat mengesalkan!)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini dan itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan anda, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, maka itu saat kalian bertanya kembali atau mengingatkan kembali, kami akan jawab “iya, bentar lagi nih”

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Romi Rafael yang pandai menyulap saputangan menjadi bunga, maka itu kami tidak pernah meminta hal hal semacam itu, namun mengertilah bahwa melihat bunga rose di pinggiran jalan itu menggoda hati kami, bahkan meski kami tidak suka bunga, pemberian kalian akan menjadi hal yang kami sukai, karena kami sebenarnya hanya sangat ingin menyimpan kalian saat itu, setelah malam kalian antar kami pulang, namun kami tahu kita harus berpisah saat itu.

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba-coba menjadi juru selamat untuk mencoba membuat kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. Bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada disamping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.

Kami, para wanita juga tau kalian bukanlah pemuda seperti Edward Cullen yang akan segera datang dengan Volvo saat kami diganggu oleh preman jalanan, namun setidaknya, pastikan kami aman bersama kalian saat itu dengan tidak membawa kami pulang terlalu larut dan mengantarkan kami sampai depan pintu rumah dan bertemu ayah ibu, (jangan hanya sampai depan gang, hey, tuan!)

Kami, para wanita tau kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami menangis dihadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian dihadapan kami menampung berapa banyak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang –menurut kami- akan terlihat jelek saat menangis

Kami, para wanita tau juga sebenarnya, bahwa kalian tidak akan punya jawaban yang benar atas pertanyaan, “aku gendut ya?”, kami sungguh tau, tapi saat itu kami hanya ingin tau, apa pendapat kalian tentang kami yang pagi tadi baru bercermin dan sedang merasa tidak secantik Kristen Stewart.

Kami tau, kalian adalah makhluk bodoh yang tidak peka dan terlalu lugu untuk percaya pada setiap hal yang kami katakan, tapi mengertilah bahwa saat kalian bertanya “baik-baik aja?” dan kami jawab “iya, aku baik-baik aja” itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik-baikan kami saat itu tanpa kami beri tau, (tentu mestinya kalian sadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti “iya aku baik-baik aja, malah tadi aku di kampus ketemu dengan dosen yang itu lho….*bla.bla.bla”)

Iya, kami sepertinya tau apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”.

Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, tuan.

Kami tidak senang bermain-main, tuan pemuda. Maka tolong jaga hati yang kami percayakan ini. Kami mungkin mudah berbesar hati atau “geer”, tapi sekali kami menaruh hati kami pada satu pemuda, butuh waktu yang lebih lama dari menemukan lampu bohlam untuk menghilangkannya (bukan melupakan).

Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan anda, terbiasa melakukan semuanya dengan anda. Maka tolong, mengertilah tuan. Karena kami, wanita sungguh sangat tau sebenarnya kalian, pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini.


About author

Retno HATES : - manusia 'jam karet' soalny aq pake jam kulit - agenda [ tak ] sesuai ; - disepelekan ; - hewan berbulu [ iyakh.. ] ; - dust & fungi [ huachiium ] ; - si 'plinplan' feat si 'pembohong' ; - home sick - menjadi yang hilang yang terbuang - digombalin sama Mr. (...) M.Gb Retno LOVES : - perfecto ; - scrapbook ; - duduk bersila ; - Belitung Island [teringat masa kecil ku >.<'] ; - agenda sesuai ; - minum teh panas + kentel ; - becoming home again - berbincang bintang bersama para yang tersayang - dibecandain sambil marah"..

Search

Navigation

Categories:

Links:

Archives:

Feeds