Retno Utari's Blog

Perkembangan Dewasa Awal | April 7, 2010

PERKEMBANGAN SEPUTAR DEWASA AWAL

Dewasa awal adalah masa peralihan dari masa remaja. Masa remaja yang ditandai dengan pencarian identitas diri, pada masa dewasa awal, identitas diri ini didapat sedikit-demi sedikit sesuai dengan umur kronologis dan mental age-nya.

Berbagai masalah juga muncul dengan bertambahnya umur pada masa dewasa awal. Dewasa awal adalah masa peralihan dari ketergantungan ke masa mandiri, baik dari segi ekonomi, kebebasan menentukan diri sendiri, dan pandangan tentang masa depan sudah lebih realistis

Dari segi fisik, masa dewasa awal adalah masa dari puncak perkembangan fisik. Perkembangan fisik sesudah masa ini akan mengalami degradasi sedikit-demi sedikit, mengikuti umur seseorang menjadi lebih tua. Segi emosional, pada masa dewasa awal adalah masa dimana motivasi untuk meraih sesuatu sangat besar yang didukung oleh kekuatan fisik yang prima. Sehingga, ada steriotipe yang mengatakan bahwa masa remaja dan masa dewasa awal adalah masa dimana lebih mengutamakan kekuatan fisik daripada kekuatan rasio dalam menyelesaikan suatu masalah.

Perkembangan sosial masa dewasa awal adalah puncak dari perkembangan sosial masa dewasa. Masa dewasa awal adalah masa beralihnya padangan egosentris menjadi sikap yang empati. Pada masa ini, penentuan relasi sangat memegang peranan penting. Menurut Havighurst (dalam Monks, Knoers & Haditono, 2001) tugas perkembangan dewasa awal adalah menikah atau membangun suatu keluarga, mengelola rumah tangga, mendidik atau mengasuh anak, memikul tangung jawab sebagai warga negara, membuat hubungan dengan suatu kelompok sosial tertentu, dan melakukan suatu pekerjaan. Dewasa awal merupakan masa permulaan dimana seseorang mulai menjalin hubungan secara intim dengan lawan jenisnya. Hurlock (1993) dalam hal ini telah mengemukakan beberapa karakteristik dewasa awal dan pada salah satu intinya dikatakan bahwa dewasa awal merupakan suatu masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru dan memanfaatkan kebebasan yang diperolehnya.

HASIL PENELITIAN PSIKOLOGI DEWASA AWAL

Hasil penelitian dewasa awal lebih banyak mengarah pada hubungan sosial, dan perkembangan intelektual, pekerjaan dan perkawinan di usia dewasa awal, dan pengoptimalan perkembangan dewasa awal serta perilaku penghayatan keagamaan. Beberapa hasil penelitian, diantaranya:

1. Persepsi seks maya pada dewasa awal

Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita memiliki sikap yang negatif terhadap seks maya. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor kebudayaan Indonesia yang masih memegang teguh adat dan istiadat budaya timur, dimana manusia harus memperhatikan aturan dan nilai budaya di dalam bersikap dan berperilaku. Menurut Ida Ayu dari Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma) pada jurnal  “Perbedaan Sikap Terhadap Perilaku Seks Maya Berdasarkan Jenis Kelamin pada Dewasa Awal” Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma)  kebudayaan yang berkembang dimana seseorang hidup dan dibesarkan mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan sikap, tanpa disadari kebudayaan telah menanamkan pengaruh yang kuat dalam sikap seseorang terhadap berbagai macam hal.

2. Penundaan usia perkawinan dengan Intensi Penundaan Usia Perkwaninan

Dari jurnal Hubungan Sikap Terhadap Penundaan Perkawinan Dengan Intensi Penundaan Usia Perkawinan” oleh  Elok Halimatus Sa`diyah, dosen Fakultas Psikologi UIN Malang didapatkan hubungan yang positif dan sangat signifikan antara sikap terhadap penundaan usia perkawinan dengan intensi penundaan usia. Hal ini berarti mereka memiliki keyakinan yang tinggi bahwa penundaan usia perkawinan akan memberikan keuntungan bagi mereka, baik keuntungan dari segi biologis, psikologis, sosial dan ekonomi. Penundaan perkawinan akan memberikan waktu lebih banyak bagi mereka untuk membentuk identitas pribadi sebagai individu yang matang secara biologis, psikologis, sosial dan ekonomi.

3. Kesiapan Menikah pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja

Dalam jurnal ”Kesiapan Menikah pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja” oleh Ika Sari Dewi pada tahun 2006, adanya ketakutan menghadapi krisis pernikahan dan berujung perceraian merupakan hal atau kondisi yang membuat wanita bekerja ragu tentang kesiapan menikah mereka. Ditambah lagi maraknya perceraian yang dipublikasikan di media massa saat ini sehingga dianggap menjadi menjadi fenomena biasa. Salah satu penyebab wanita yang bekerja memutuskan untuk menunda pernikahan adalah keraguan dapat berbagi secara mental dan emosional dengan pasangannya. Ketidaksiapan menikah yang dimiliki wanita bekerja termanifestasi dengan adanya ketakutan menghadapi krisis perkawinan serta ragu tentang kemampuan mereka berbagi secar mosional dengan pasangannya kelak. Selain kesiapan psikis juga ketidak siapan fisik. Individu yang merasa memiliki kondisi kesehatan yang tidak prima (sakit, misal Diabetes Militus) cenderung ragu melangkah menuju jenjang pernikahan.

Untuk mengetahui apakah seseorang siap menikah atau tidak, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan:

  • Memiliki kemampuan mengendalikan perasaan diri sendiri.
  • Memiliki kemampuan untuk berhubungan baik dengan orang banyak.
  • Bersedia dan mampu menjadi pasangan menjadi pasangan dalam hubungan seksual.
  • Bersedia untuk membina hubungan seksual yang intim.
  • Memiliki kelembutan dan kasih saying kepada orang lain.
  • Sensitif terhadap kebutuhan dan perkembangan orang lain.
  • Dapat berkomunikasi secara bebas mengenai pemikiran, perasaan dan harapan.
  • Bersedia berbagi rencana dengan orang lain.
  • Bersedia menerima keterbatasan orang lain.
  • Memiliki kapasitas yang baik dalam menghadapi masalah-masalah yang berhubungan dengan ekonomi.
  • Bersedia menjadi suami isteri yang bertanggung jawab.

Individu yang memiliki kematangan emosi akan memiliki kesiapan menikah yang lebih baik, artinya mereka mampu mengatasi perubahan-perubahan dan beradaptasi setelah memasuki pernikahan.

4. Kemandirian Dewasa Awal

Adapun dalam jurnal yang berjudul “Kemandirian Mahasiswi UIN Suska Ditinjau dari Kesadaran Gender Oleh Hirmaningsih, S.Psi.  ini, membuktikan bahwa bahwa perbedaan perlakuan yang diterima anak laki-laki dan perempuan sejak lahir akan mempengaruhi tingkat kemandirian. Semakin tinggi kesadaran gender maka semakin tinggi kemandirian manusia tersebut. Dengan makin tingginya kesadaran gender yang dimiliki seorang pria tentang konsep mandiri dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki kesadaran gender atau memiliki kesadaran gender yang rendah. Wanita yang memiliki kemandirian tinggi akan lebih mudah menghadapi kehidupan, tantangan yang dihadapinya, serta menjalin hubungan yang mantap dalam kehidupan sosialnya.

PENUTUP

Masa dewasa adalah masa yang sangat panjang (20 – 40 tahun), dimana sumber potensi dan kemampuan bertumpu pada usia ini. Masa ini adalah peralihan dari masa remaja yang masih dalam ketergantungan menuju masa dewasa, yang menuntut kemandirian dan diujung fase ini adalah fase dewasa akhir, dimana kemampuan sedikit demi sedikit akan berkurang. Sehingga masa dewasa awal adalah masa yang paling penting dalam hidup seseorang dalam masa penitian karir/pekerjaan/sumber penghasilan yang tetap.

Masa ini juga adalah masa dimana kematangan emosi memegang peranan penting. Seseorang yang ada pada masa ini, harus bisa menempatkan dirinya pada situasi yang berbeda; problem rumah tangga, masalah pekerjaan, pengasuhan anak, hidup berkeluarga, menjadi warga masyarakat, pemimpin, suami/istri membutuhkan kestabilan emosi yang baik.

Ini sebenernya bukan tulisan iseng-seng berhadiah ku, tapi ini lebih tepatnya adalah salah satu tugas review jurnal ku. Kenapa aq ambil tema ‘tugas perkembangan dewasa awal’? Karna aq terinspirasi seorang artis remaja berinisial ‘N’ yang menikah dengan pria berinisial ‘A’ dari keluarga ‘B’…

Kok bisa terinspirasi?? Karena saya di hari itu melahap lebih dari 8 acara infotainment di TV dari pagi yang menyiarkan acara pernikahan si N dan si A. Wah, N umurny belom genep 20 udah nikah bho hahaha eike?? udah 20.. [terus kenapa?] ga ada korelasi nya sih antara pernikahan si N dan saya. tapi ya.. dia cukup memberikan inspirasi pada saya huwahahaha [**pesan tersirat ^^]

review di atas, terdiri atas 4 jurnal. kenapa 4 jurnal? karena emang disuruh ama dosennya cuma 4, kalo aq ngasih 5 jurnal yang dibaca juga cuma 4. ‘Jurnal Emang Pengting’ begitu slogan ibu dosen di setiap kuliah. it’s mean, tiap pulang kuliah eike dkk akan membawa tugas minimal 1 review jurnal. Euphoriaaa menjadi mahasiswi telatan eh..teladan..

DOAKAN REVIEW JURNAL INI DAPET A YAH!!! AMIEEEENNN…………^^

About these ads

Leave a Comment »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

About author

Retno HATES : - manusia 'jam karet' soalny aq pake jam kulit - agenda [ tak ] sesuai ; - disepelekan ; - hewan berbulu [ iyakh.. ] ; - dust & fungi [ huachiium ] ; - si 'plinplan' feat si 'pembohong' ; - home sick - menjadi yang hilang yang terbuang - digombalin sama Mr. (...) M.Gb Retno LOVES : - perfecto ; - scrapbook ; - duduk bersila ; - Belitung Island [teringat masa kecil ku >.<'] ; - agenda sesuai ; - minum teh panas + kentel ; - becoming home again - berbincang bintang bersama para yang tersayang - dibecandain sambil marah"..

Search

Navigation

Categories:

Links:

Archives:

Feeds

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: